Beranda Seni Budaya Mengulik Karomah Kyai Surosemita

Mengulik Karomah Kyai Surosemita

30
0
Keterangan foto: Makam Kyai Surosemito di kampung Joyosuran yang kondisinya tidak terawat. / Foto: NUsolo

NUSOLO- Banyak makam para leluhur di kota Solo kondisinya sangat memprihatinkan sekali. Selain tidak terawat, kondisi bangunan makam juga sudah banyak yang rusak, lapuk di sana sini

Begitupun akses jalan masuk ke lokasi makam, banyak yang tertutup oleh hunian liar .  Padahal makam para leluhur tersebut tidak hanya memiliki nilai sejarah dan literasi, tetapi juga dapat di kembangkan menjadi potensi destinasi wisata religi di Kota Solo.

Salah satu makam yang saat ini tidak terawat dan mangkrak yakni makam Kyai Surosemito yang terletak di kampung Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Atau tepatnya berada di belakang kantor urusan agama Kecamatan Pasar Kliwon.

Akses jalan masuk ke lokasi makam dulu sempat tertutup oleh bangunan bertingkat. Begitupun lahan yang ada  dibawah bangunan bertingkat, di jadikan hunian liar  sehingga akses jalan masuk ke lokasi makam tertutup total.

Oleh Sri salah satu warga sekitar, kondisi tersebut kemudian di soalkan ke kantor kalurahan joyosuran. Pasalnya  pada bukti sertifikat tanah yang ia miliki, lahan yang di jadikan hunian liar tersebut sebenarnya akses jalan milik warga kampung.

‘ Oleh Kepala Kantor Kalurahan Joyosuran, bangunan liar yang menutup akses jalan lantas di  bersihkan. Hanya saja masih ada. sisa bangunan yang harus di robohkan menunggu tindak lanjut dari pemerintah kalurahan. ‘ Kata Sri, warga di sekitar makam Kyai Surosemita yang mempersoalkan adanya penutupan akses jalan saat itu.

Di tambahkan Sri, jika hujan turun air tidak dapat mengalir keluar,  tetapi justru masuk ke dalam makam Kyai Surosemita. Di karenakan tidak adanya saluran air di sekitar makam. Kondisi tersebut semakin membuat bangunan makam sangat memprihatinkan.

Di kutip dari literatur pustaka keraton di ceritakan, Kyai Surosemita hidup semasa pemerintahan PB IX di Keraton Kasunanan Surakarta. Beliau merupakan abdi dalem merdika yang kerap dimintai nasehat oleh PB IX.

Kyai Surosemita, Kyai Jaladikara dan R.ng. Ronggowarsito merupakan tiga orang tokoh penasehat spiritual PB IX.  Ketiganya memiliki linuwih masing masing dalam hal ilmu bathin dan spiritual.

Kyai Surosemita di kenal ahli dalam bidang ilmu pengobatan. Konon cara mengobati Kyai Surosemita hanya di lakukan dengan cara meniup niup dan langsung sembuh.

Kyai Jaladikara dikenal sebagai jurusilem keraton yang memiliki mata bathin penerawangan sangat tajam, meski kedua matanya cacat tidak bisa melihat.

Begitupun Rng. Ronggowarsito yang di kenal sebagai pujangga agung tanah jawa dengan keahlianya di bidang sastra dan ramalanya yang di akui oleh dunia.

Ketiga tokoh spiritual ini oleh PB IX pernah dimintai ramalanya menyoal kehamilan kanjeng ratu Paku Buwono perihal kelak anak yang akan lahir laki laki atau perempuan.

Oleh Kyai Surosemita, Kyai Jaladikara dan Rng. Ronggowarsito ketiganya menyampakan bahwa kelak bayi yang di kandung Kanjeng Ratu Paku Buwono akan lahir seorang anak laki laki yang bisa membawa keharuman gung binantara, banyak sahabat serta di kenal di seluruh penjuru dunia.

Dan tak meleset apa yang di sampaikan oleh ketiga tokoh penasehat spiritual PB IX, dari rahim Kanjeng Ratu Paku Buwono lahir bayi laki laki yang di kemudian hari di kenal sebagai PB X.

Selain pustaka keraton yang menceritakan ketokohan Kyai Surosemita sebagai abdi dalem merdika yang pernah tinggal di daerah resoniten,  tutur di masyarakat dikatakan, Kyai Surosemita merupakan kakak dari alm Eyang Srini, salah satu tokoh spiritul asal Solo era 70an yang kondang kerap memberikan pengobatan dan pertolongan melalui cara alternatif./NUsolo

Artikel sebelumyaPrihatin Kondisinya, LPBI – SARNUSA Kerja Bhakti Membersihkan Makam Kiai Surosemito
Artikel berikutnyaLesbumi PCNU Solo Garap Penguatan Kearifan Melalui Seni Budaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here