Beranda Nasional PCNU Solo, Policy Paper BLA Dapat Di Terapkan Di Pendidikan Anak Usia...

PCNU Solo, Policy Paper BLA Dapat Di Terapkan Di Pendidikan Anak Usia Dini

26
0
Keterangan Foto : Seminar hasil kajian Balai Litbang Agama Semarang yang di ikuti lembaga pemerintah, adat, ormas Islam dan akademisi./ Foto : BLA Semarang

NUSOLO- Pendidikan karekter untuk  anak saat ini mutlak di perlukan, agar anak di masa yang akan datang mampu menjadi generasi yang kuat, berbudi pekerti luhur dengan senantiasa mengedepankan sikap religius, serta mencintai bangsa dan negaranya.

Pembangunan karakter anak hanya bisa di capai jika sebuah keluarga memiliki ketahanan dalam keluarga. Ketahanan dalam hal ini adalah bagaimana sebuah keluarga mampu saling berbagi, mampu menjalin komunikasi antara satu dengan yang lain dalam sebuah keluarga.

Sehingga terciptalah rasa kasih sayang antara satu dengan yang lain. Jikalau kasih sayang tersebut terbangun, kebahagian akan di capai. Keluarga akan menjadi tempat berlindung bagi semua individu yang ada di dalamnya.

Dengan kuatnya ketahanan di dalam keluarga, segala perilaku negatif di masyarakat seperti narkoba, kenalakan remaja, radikalism dan intoleran dapat di tangkal. Individu dalam keluarga mampu memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Apa yang bermanfaat dan apa yang mudarat.

Karakter humanisme keluhuran nilai budi pekerti dan religiusitas di dalam individu keluarga akan tumbuh seiring dengan perkembanganya.

Namun dalam membangun ketahanan keluarga di butuhkan dua hal sebagai dasar pembangunannya yakni, agama dan humaniora.

Nilai suci pendikan agama adalah dasar membangun religiusitas seseorang kepada Tuhan Sang Maha PenciptaNYa. Sedangkan humaniora berguna membangun karakter jati diri, keselarasan dan budaya dalam sebuah keluarga yang berpijak pada nilai nliai luhur kearifan lokal.

Keselarasan dua hal ini akan membangun rasa memayu hayuning bawana dalam individu sebuah keluarga. Dari lingkup terkecil inilah ketahanan keluarga di bangun.

Pembangunan ketahanan keluarga liwat humaniora dalam manuskrip kuna banyak di sampaikan oleh para ulama dan pujangga, seperti halnya di banyak naskah karya Mangkunegara IV, Raja di Pura Mangkenagaran yang dikenal sebagai pemimpin hebat, ahli militer dan ekonomi, tetapi juga seorang pujangga.

Dari hasil karya karyanya terlahir banyak sastra piwulang yang saat ini masih sangat besar relevansinya terhadap pembangunan ketahanan keluarga. Naskah naskah karya Mangkunegara IV beberapa di antaranya telah di kaji oleh Litbang Agama Semarang yang hasil kajianya akan di jadikan sebagai policy paper pembangunan pendidikan ketahanan keluarga.

Beberapa naskah yang sudah berhasil di kaji salah satunya manuskrip 104 karya Mangkunegara IV berupa naskah carik yang di salin tahun 1911 M dari perpustakaan Reksa Pustaka. Manuskrip 104 berisi dua belas naskah diantaranya serat warayagnya, salokantara, tripama, sriyatna, salokatama, pralambang rara kenya, paliatma, pariwara, manohara, wirawiyata, nayakawara dan serat darmawasita.

‘ Kedua belas serat ini berisi sastra piwulang ’ Jelas Dr. Samidi, S.Ag, M.S.i selaku Kepala Balai Litbang Agama Semarang saat membuka seminar hasil kajian manuskrip 104 MN IV sebagai bahan policy paper yang akan di berikan kepada Dirjen kementerian dan dinas terkait menyoal pembangunan ketahanan keluarga.

Balai Litbang Agama ( BLA ) Semarang berada di bawah langsung Kementerian RI, yang memiliki teritorial ruang kerja sembilan propinsi di Indonesia.

‘Hasil kajian BLA berbeda dengan hasil kajian di perguruan tinggi yang akan berhenti pada kajian ilimiahnya. Di BLA  hasil kajian akan menjadi policy paper, kebijakan ini akan di kirim ke Dirjen atau lembaga yang berkompeten untuk di terapkan. Oleh karena itu BLA tidak hanya berhenti pada penelitian, namun pengembangan hasil penelitian juga akan di kawal sebagai tindak lanjut dari progres yang sudah di capai ’ Imbuhnya.

Puluhan lembaga dari berbagai instansi baik pemerintah maupun ormas keagamaan oleh Balai Litbang Agama Semarang di ajak melakukan kajian dan menerapkan hasil kajian sebagai tindak lanjut dari pengembanganya.

Salah satu ormas Islam yang turut andil dalam kajian dan seminar hasil kajian nilai pendidikan  pada naskah karya Mangkunegara IV adalah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Surakarta.

Melalui salah satu utusanya, mewakili Ketua PCNU Kota Surakarta, H. M. Mashuri , S.E, M.S.i, PCNU Kota Surakarta mengapresiasi langkah Litbang Agama Semarang yang melibatkan berbagai instansi dalam kajian maupun saat paparan hasil kajian.

‘ Keterlibatan lembaga pemerintah, ormas, akademisi  dan lembaga adat, akan semakin memperoleh banyak hasil kajian yang di dapat dari berbagai sudut pandang. Baik dari sisi budaya, sosial maupun keagamaan ‘ Terangnya.

Bagi Mashuri, muara dari policy paper ini tak lain ingin menjadikan generasi yang akan datang menjadi generasi yang kuat, berbudi pekerti luhur dan religius melalui pendidikan agama dan humaniora.

Di apresiasi, jika pendidikan agama dan humaniora di terapkan sinergi sejalan di dunia pendidikan khususnya anak usia dini, diyakini kebijakan tersebut akan menjadi dasar pendidikan budi pekerti yang kuat bagi perkembangan anak di masa yang akan datang.

Hasil kajian ini juga bisa di terapkan di lembaga lembaga non formal seperti TPQ dan majelis majelis keagamaan. Bagimanapun sumber pitutur dari sastra piwulang yang di tulis oleh para pujangga tak lain semua dari kitab suci dan hadis rasul.

Oleh sebab itu PCNU Kota Surakarta berharap, hasil kajian Litbang Agama Semarang untuk ketahanan keluarga dalam naskah keagamaan karya Mangkunegara IV, dapat di terapkan di dunia pendidikan anak usia dini sampai dengan perguruan tinggi. Sehingga dasar pembangunan karakter dalam generasi muda tidak akan mandeg sampai ia dewasa.

Begitupun saat pra nikah, bimbingan ketahanan keluarga  hasil kajian BLA  juga dapat di terapkan sebagai dasar melangkah mengarungi bahtera rumah tangga.

Melalui pembangunan karakter yang berotasi tak pernah putus, kami percaya generasi yang akan datang akan tumbuh menjadi genarasi yang kuat terhadap laju globalisasi dan disrupsi jaman.

‘Apalagi dalam naskah yang di tulis para winasis banyak memuat piwulang luhur budi pekerti yang bisa di ambil sebagai tuntunan kehidupan di tengah masyarakat, selain keutamaan pendidikan agama yang saat ini sudah di terapkan ’ Tutupnya./ JK

 

 

Artikel sebelumyaPCNU Kota Surakarta Ucapkan Bela Sungkawa Atas Kepergian Alm KH. Abdullah Sa’ad
Artikel berikutnyaUsai Dilantik, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Serengan Gelar Rakerancab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here