Beranda Aswaja News Tutup Hari Santri, Begini Pesan Ketua NU Solo

Tutup Hari Santri, Begini Pesan Ketua NU Solo

19
0
Keterangan gambar : Webinar dan launching perpustakaan NU di rumdin walikota Solo, Loji Gandrung/ foto: NUsolo

NUSOLO -Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kota Surakarta Minggu siang (24/10) menutup seluruh rangkaian kegiatan HSN 2021 dengan menyelenggarakan webinar sekaligus launching perpustakaan NU bertempat di pendhapa rumah dinas Walikota, Loji Gandrung.

Webinar di hadiri jajaran Rois Syuriah, Ketua PCNU Kota Surakarta, Kepala Bidang Kesra Kota Surakarta mewakili Walikota Solo yang saat itu berhalangan hadir. Kepala Kemenag Kota Surakarta, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Surakarta, lembaga dan banom NU di Kota Surakarta.

Ketua PCNU Solo saat memberikan sambutan

Dalam sambutanya Ketua PCNU Kota Surakarta, H. Mashuri, S.E, M.Si mengatakan, webinar yang mengangkat tema ‘ Moderasi beragama dalam bingkai kebangsaan’ dan launching perpus NU, menutup seluruh rangkaian Hari Santri Nasional 2021 di Kota Solo.

Kepada pemerintah kota Surakarta Ketua PCNU menyampaikan terima kasih atas partisipasinya yang sudah membantu mensukseskan jalanya perayaan HSN 2021. Meski dengan segala keterbatasan karena masih masa pandemi covid19.

Mashuri sampaikan sebagai masyarakat yang hidup di tengah keragaman, warga NU senantiasa mengedepankan tiga prinsip ukuwah yakni ukuwah Islamiyah, ukuwah watoniyah dan ukuwah basariyah.

Oleh sebab itu tidak ada alasan bagi warga NU untuk tidak saling tolong menolong dan bergotong royong dalam berbangsa dan bernegara.

‘ Sebagai umat kita harus memiliki kedewasaan dalam beragama dan bernegara’ Jelas Mashuri dalam sambutanya.

Kedewasaan tersebut dapat di lihat secara nyata pada diri warga NU dalam berbangsa dan bernegara yang menjunjung nilai keragaman. Sikap toleransi di implementasikan di kota solo untuk menciptakan harmoni kota. Sehingga tercipta kota yang nyaman dan aman untuk tempat tinggal.

Kepada para santri NU di Kota Solo Mashuri berpesan, santri harus memiliki kualitas dan mampu bersaing dengan kelompok manapun. Santri harus memiliki intelektual dan spiritual pengendalian diri. Jangan mau di katakan keterbelakangan.

Santri harus mampu menjadi contoh dalam menciptakan harmonisasi keragaman, jika perbedaan itu tidak untuk di perdebatkan. Tak terkecuali para pemimpin umat, hendaknya dapat menjaga dan mengedepankan sikap toleransi karena menjadi panutan umat.

Yang sama Kepala Bidang Kesra Pemkot Surakarta mengapresiasi dilaunchingnya perpustakaan NU sebagai tempat literasi.

Di akui Kabid Kesra, pesatnya laju tehnologi informasi seperti sekarang ini, buku menjadi sumber penting literasi. Dikarenakan memiliki sumber penulisan yang jelas. Berbeda dengan literasi di dunia maya yang kerap hanya mengutamakan judul tetapi tidak jelas sumbernya. Bahkan informasi yang sederhana sekalipun banyak yang tidak jelas sumbernya.

Oleh sebab itu, dengan di launchingnya perpustakaan NU di harapkan dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan wawasan dan literasi melalui sumber yang jelas, bagi para santri di Kota Surakarta. /Nu

 

Artikel sebelumyaHSN Di Ranting Sondakan : Untuk Sondakan Yang Damai, Toleran Dan Moderat
Artikel berikutnyaWalikota Solo Hadiri Pelantikan PC Muslimat Se Soloraya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here